Ada 388 Bus Pariwisata Diperiksa Kemenhub Masa Libur Sekolah

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Pengawasan dan pemeriksaan bus-bus pariwisata, utamanya pada masa libur panjang sekolah nan tengah berlangsung. (dok. hubdatkemenhub)

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) terus berkomitmen dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan bus-bus pariwisata, utamanya pada masa libur panjang sekolah nan tengah berlangsung.

Hingga saat ini telah diperiksa sebanyak 388 unit bus pariwisata di seluruh wilayah di Indonesia.

“Di masa libur sekolah dari 22 Juni sampai 6 Juli, setiap akhir pekan kami terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan bus pariwisata nan beraksi di jalan. Dari 388 unit bus nan diperiksa ditemukan sebanyak 198 armada bus melakukan pelanggaran,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Risyapudin Nursin di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Dia menjelaskan, pelanggaran nan dilakukan di antaranya adalah sebanyak 11 bus tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan, sebanyak 104 bus tidak memenuhi aspek manajemen perizinan dan sebanyak 83 kendaraan tidak memenuhi aspek manajemen perizinan dan persyaratan laik jalan.

“Ke depannya ini terus menjadi perhatian kami beserta seluruh pemangku kepentingan. Dalam penegakkan norma kami bekerja sama dengan pihak kepolisian dan tidak ragu untuk menindak tegas perusahaan otobus maupun pengemudi nan lalai terhadap ketentuan nan berlaku, apalagi ini musim liburan anak sekolah nan banyak perjalanan wisata,” jelas Dirjen Risyapudin.

Bersamaan dengan aktivitas pengawasan ini juga dilakukan sosialisasi kepada para pengusaha bus pariwisata, pengemudi dan para penumpang alias pengguna jasa mengenai penggunaan aplikasi Mitra Darat, serta situs mitradarat.dephub.go.id sebagai salah satu media pengecekan izin dan kelaikan armada bus.

“Kini dengan adanya teknologi sudah semakin memudahkan kita untuk membantu melakukan pengecekan kondisi armada bus baik alias tidak untuk digunakan dan sebaiknya para pengguna jasa tidak tergiur dengan nilai nan murah,” tuturnya.

Sebagai informasi, aktivitas pengawasan, pemeriksaan dan penegakkan norma terhadap bus-bus pariwisata bakal terus dilakukan setiap akhir pekan di lokasi-lokasi wisata dan juga rest area berbareng dengan Dinas Perhubungan setempat, PT Jasa Raharja, kepolisian wilayah dan juga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sebagai perpanjangan tangan Ditjen Perhubungan Darat di daerah.

“Saya berambisi semua stakeholders dalam perihal ini dapat terus bersinergi dan bekerja-sama melakukan pengawasan dan penegakkan norma nan tegas namun juga secara humanis,” jelasnya. B