KAI Bersama Stakeholders Sosialisasi Prioritas Kendaraan di Perlintasan Sebidang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sosialisasi prioritas kereta api di lintasan sebidang. (dok. kai.id)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng sejumlah stakeholder untuk melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di JPL Nomor 165A Jalan Laswi antara Stasiun Kiaracondong – Stasiun Cikudapateuh, Kota Bandung pada Jumat (5/7/2024).

Sekitar 40 orang turut serta dalam aktivitas tersebut nan terdiri dari KAI, Kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Bandung, dan organisasi pecinta kereta api Edan Sepur Bandung.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI, Dadan Rudiansyah mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan Raya, bahwa semua kendaraan kudu berakhir dan mendahulukan kereta api nan bakal melintas di perlintasan sebidang.

Ketentuan tersebut juga bertindak bagi mobil pemadam kebakaran, ambulans nan sedang mengangkut orang sakit, maupun kendaraan prioritas lainnya.

“Dengan adanya aktivitas sosialisasi ini, diharapkan masyarakat memahami prioritas di perlintasan sebidang dan kesadaran untuk menaati patokan lampau lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat, sehingga mobil pemadam kebakaran, ambulans, serta kendaraan prioritas lainnya kudu berakhir ketika KA bakal melintas,” kata Dadan.

Dalam aktivitas sosialisasi tersebut, KAI dan para stakeholder melakukan imbauan kepada pengguna jalan raya melalui pengeras suara, membagikan pamflet dan stiker imbauan disiplin berlalu lintas, serta suvenir.

KAI mencatat terdapat 2.881 perlintasan sebidang resmi, dengan rincian 1.514 perlintasan sebidang resmi dijaga oleh KAI, Dishub, ataupun swadaya dari masyarakat dan 1.367 perlintasan sebidang resmi tidak dijaga.

Selama tahun 2024 (data hingga 3 Juli), telah terjadi 195 kali kecelakaan lampau lintas di perlintasan sebidang nan mengakibatkan 68 orang meninggal.

Pada tahun 2023, terjadi 327 kali kecelakaan nan mengakibatkan 94 orang meninggal.

“Salah satu aspek tingginya nomor kecelakaan pada perlintasan lantaran para pengendara nan tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui rambu-rambu nan terpasang pada perlintasan resmi. Pelanggaran lampau lintas di perlintasan sebidang tidak saja membahayakan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api,” jelasnya.

Sebagai upaya mengurangi kecelakaan di perlintasan sebidang, selain melakukan sosialisasi kepada pengendara jalan raya, KAI juga menutup dan memasang patok pada perlintasan liar nan rawan terjadi kecelakaan.

Sebanyak 123 perlintasan liar telah ditutup pada tahun 2023. Adapun pada 2024 (hingga 30 Juni), KAI telah menutup 113 perlintasan liar.

“Keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud jika seluruh unsur masyarakat dapat bersama-sama peduli. Diharapkan kepedulian seluruh stakeholder, termasuk para pengguna jalan dapat mewujudkan keselamatan di perlintasan sebidang,” tutur Dadan. B